05 May 2008
pindah ke oktamalandi.wordpress.com
Intinya teman2 bisa baca blog gw yg baru di oktamalandi.wordpress.com
10 April 2008
Liverpool Vs Arsenal, aku belajar banyak dari situ.
Menonton pertandingan dua tim besar selalu saja sarat gengsi, adu cerdik dan benar-benar menguras segala kemampuan pemain. Dan karena aku pernah punya pengalaman coaching tim bola profesional aku jadi menyadari bahwa apapun yang mereka tampilkan dilapangan adalah buah dari disiplin latihan yang mereka lakukan setiap hari. Di dalam pertandingan pada akhirnya bukan skill saja yang berpengaruh terhadap performa suatu tim, jauh lebih dalam daripada itu adalah bagaimana mereka dapat berkonsentrasi dan ketenangan mereka dalam menjalani pertandingan itu. Dua hal itu yang sangat kentara untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemenang pertandingan.
Kembali ke pertandingan tersebut, akhirnya Liverpool mampu mengkandaskan Arsenal dengan skor 4-2 ( Bravo Liverpudlian...!!). Dan apa yang aku pelajari dari pertandingan itu adalah bagaimana hukuman bagi hilangnya konsentrasi dan ketenangan adalah kekalahan. Aku juga melihat betapa pemain2 profesional itu benar2 PD dengan kemampuan mereka. Aku melihat bagaimana mereka bisa melakukan kontrol dan passing bola dengan sangat sempurnanya, hampir tidak ada kesalahan oper dalam intensitas pertandingan yg begitu tinggi.
Jadi aku belajar tentang disiplin, semangat untuk memberikan yang terbaik, teamwork, PD dan kerja keras. Aku jadi malu pada diriku saat aku mengeluh, saat mencoba kabur dari permasalahan yang aku hadapi, saat aku tidak percaya pada diri sendiri padahal semua orang percaya padaku. OK saat belajar sudah selesai, sekarang saatnya kembali ke pertandingan hidup, dimana skornya adalah kondisi hidup kita sekarang, wasitnya adalah aturan, dan pemainnya adalah kita dan orang-orang yang mendukung kita. Sekarang saatnya untuk ACTION..!!
04 April 2008
Kesempurnaan Perempuan
Pagi ini kuterbangun lebih pagi dari biasanya. Waktu yang kuinginkan untuk bisa bangun dan memulai hari.
Anganku tiba-tiba melayang kepada wanita-wanita yang kusayang nun jauh disana. Ibuku, kakak-kakakku dan nenekku, orang-orang yang sangat kuhormati, kusayangi dan kukagumi. Sungguh hebat apa yang dianugerahkan oleh Allah kepada tubuh wanita itu. Dia memiliki cukup kekuatan untuk menyangga seluruh dunia dan bebannya, tetapi cukup lembut untuk menopang kepala bayi yang terlelap. Tangannya terampil untuk melakukan apapun, dan sangat lembut untuk mengusapkan cinta pada orang-orang yang dikasihinya. Tangis dan tawanya ada bersama orang-orang disekitanya, kekerasan hatinya adalah bentuk kelembutan juga, tempat kembali pulang anak-anak yang tersesat dan lelah menghadapi dunia. Doa dan kasih sayangnya tak pernah terputus untuk berharap yang terbaik bagi orang yang dikasihinya.
Sungguh wanita adalah makhluk istimewa, dengannya pria bisa merasakan surga di dunia, tetapi dengannya pula seorang pria bisa menemui kehancurannya. Maka pagi ini kumulai dengan mendoakan ibu, kakak, dan nenekku karena dengan kasihnya aku yakin bisa menghadapi dunia. Kuberdoa agar aku secepatnya cukup kuat untuk bisa bersama seseorang dari mereka mengarungi kehidupan bersama.
03 April 2008
Waktu Hidupku
Didalam olah raga kita tidak pernah dikalahkan, yang adalah hanyalah kita kehabisan waktu untuk menang.
- Vince Lombardi-Itu mungkin hanyalah sekedar perkataan dari seorang pelatih tim football yang terkenal di Amrik sono. Tetapi apa yang terkandung didalam kalimat itu sebenarnya adalah esensi dari kemenangan dalam hidup.
Beberapa hari yang lalu aku memfasilitasi pelatihan untuk sebuah instansi. Pelatihan yang dirancang ini dengan materi dalam dan luar kelas. Materi luar kelas adalah materi yang melibatkan kerjasama tim dan permainan beregu. Singkat cerita aku mendapatkan pelajaran yang berharga saat aku memfasilitasi pelatihan ini. Permainan adalah cerminan dari bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari. Trainerku selalu bilang small group adalah cerminan dari fasilitatornya. Dan kali ini trainerku tidak salah lagi, aku melihat ada beberapa kemiripan dalam small groupku dengan sifatku.
Small groupku orangnya sangat analitis, ngeyelan, ragu dalam mengambil tindakan dan suaranya paling kencang, tetapi small group ini juga punya banyak hal positif diantaranya sangat taat pada aturan, tidak mudah menyerah dan saat terjepit juga bisa untuk berpikir kreatif. Jadi small groupku ini benar-benar menggambarkan siapa diriku. Adakalanya aku takut untuk memegang suatu kelompok yang sangat mirip dengan diriku karena aku takut kelompok itu tidak akan bekerja jika mengacu pada diriku. Tetapi kali ini aku bertekad berbeda, aku ingin benar-benar terlibat sepenuhnya, ibaratnya aku berikan sepenuh hatiku. Tidak menyangka akhirnya teamku malah menjadi team yang paling kompak, dan sangat bagus komunikasinya. Bahkan untuk sesi-sesi yang small group lain nampak tidak bekerja, hal itu tidak terjadi di small groupku. Trainerku sampai berkata saat kau berikan hatimu pada teammu, maka teammu akan memberikan segalanya, dan itu yang aku alami.
Pelajaran itulah hal yang terpenting dari training itu, kerja yang optimal hanya akan terjadi saat ada hati didalamnya. Itu yang aku alami, saat aku bekerja dengan seluruh apa yang ada dalam diriku, maka hasil akan mengikuti hasilnya. Aku memang agak melankolis waktu itu karena ada hal luar biasa yang terjadi dalam hubunganku. Sebabnya juga adalah tentang kesungguhan hati untuk memilih suatu pilihan, dan alhamdulillah Allah langsung memberiku pelajaran bahwa tidak peduli pilihan apapun yang aku pilih, selama aku menjalaninya dengan sepenuh hati maka cepat atau lambat hal itu akan menghasilkan. Secara tidak langsung itu menghapus keraguanku terhadap pilihan yang aku ambil. Karena bukan hanya pemahaman yang berasal dari pikiran yang aku dapatkan, tetapi hasilnya secara materi juga langsung aku dapatkan.
Kebetulan small groupku akhirnya menang dalam performing art dan mendapat hadiah. Hal itu sedikit banyak mengobati rasa penyesalanku tidak berhasil membawa mereka untuk menang di permainan lainnya, padahal mereka adalah kandidat kuat untuk menang. Yang membuatku terharu dan bahkan menangis adalah mereka memberikan hadiah yang mereka dapatkan kepadaku. Sungguh hal itu mengagetkan karena selama ini aku tidak pernah merasakan pengalaman luar biasa seperti ini.
Aku lalu berpikir mungkin memang beginilah hidup, Tuhan tahu bagaimana membayar dari setiap usaha yang dilakukan oleh hamba-Nya. Yang menjadi tugas kita sebenarnya hanyalah menyempurnakan ikhtiar dan meluruskan niat kita saja. Kehidupan merupakan suatu system yang kompleks dimana semuanya merupakan bagaimana persangkaan kita padanya. Mensyukuri dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian akan membuat hidup kaya dan tidak mudah mengeluh. Jadi seperti pernyataan Vince Lombardi di awal tulisan, jika kehidupan itu adalah waktu yang kita jalani di dunia ini, maka kita tidak akan pernah kalah saat kita tidak menyerah kalah. Tetapi ada satu hal yang perlu kita amati adalah bagaimana kita menjalani setiap waktu yang kita punya, karena kalah menang hanya ditentukan dari seberapa efektif kita memanfaatkan waktu yang ada. Itulah yang membuat aku sangat suka dengan kata-kata dari film Dead Poet Society, Carpe Diem, Vita brevis!! Seize the day, Cherish your Life…:D
23 March 2008
Choose....Vote.....Done....
Pertanyaan yang sangat sulit untuk dijawab, apalagi jika orang terdekat kita yang mengalaminya.
Tak berani aku mengusulkan sesuatu karena aku takut itu akan menambahkan luka. Bagiku setiap orang pasti sudah tahu apa yang terbaik bagi dirinya, sehingga tugas sahabat hanyalah menjadi cermin yang baik untuknya. Cermin yang baik tak akan mengeluh saat dia dihujani keluh kesah, cermin yang baik tak akan menceritakan apa yg disampaikan kepadanya saat ada orang lain yang bercermin. Dan cermin yang baik terutama bisa membuat yang bercermin jadi lebih lega dan tidak mengutuki dirinya sendiri atas semua yang ada di orang itu.
Tetapi akhirnya pertanyaan itu terjawab, bukan oleh kata-kata ataupun sebuah penolakan, tetapi dari serangkaian peristiwa dan perenungan. Dia berkata mungkin ini bukan sebuah jawaban final, karena hanya Tuhan yang tahu tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari. Bagi dia sekarang dia sudah cukup puas terhadap apa yang dia pahami. Bahwa orang yang dicintainya itu pergi sebagai bentuk rasa sayangnya, melecut apa yang ada dalam dirinya untuk bangkit dan menjadi yang terbaik. Menjadi yang terbaik bukan untuk orang lain tetapi untuk dirinya sendiri. Dengan pemahaman itu akhirnya dia kemudian memulai kehidupan yg baru dan menjalani pilihan jalan hidup yg telah ia tentukan dengan mengorbankan banyak hal. Diujung perjuangan itu dia berharap orang yg pernah mencambuknya itu akan ada disana dan memilih untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama. Semoga
21 March 2008
Lesson from my life
Aku menulis ini ditengah perasaanku yang tidak jelas, tidak terima, sedih sekaligus menyesal. Perasaan yang akan dialami saat kehilangan sesuatu yang paling kita sayang. Sesuatu yang didalamnya kita sudah berjuang dengan sepenuh raga dan jiwa tetapi kemudian hal itu hilang begitu saja dengan beragam kalimat penghibur. Ini adalah pelajaran yang menyakitkan dan benar-benar menguji nilai-nilai yang aku anut dan percaya. Seringkali pelajaran hidup tersamar dalam pekerjaan, kesabaran menghadapi orang-orang sulit, mengikhlaskan kehilangan atau bahkan sekedar kesulitan keuangan. Semua pasti ada 'sesuatu' yang perlu diiqro.
Terimakasih padamu yang mengajarkanku untuk mencintai sepenuh hati, mengerjakan pekerjaan sampai selesai, realistis menghadapi masa depan dan terutama untuk selalu percaya pada diri sendiri. Disiplin adalah suatu bibit kebesaran dan menjalani hidup setiap hari dengan sepenuh-penuhnya adalah suatu yang perlu dijalani sebelum bermimpi untuk mengubah dunia. Terimakasih untuk semua, aku berdoa kita di pertemukan lagi di perlintasan hidup masa depan. Karena Allah pasti memiliki maksud tertentu mengapa kita dipertemukan. Terima kasih untuk semuanya.
12 March 2008
Membantu
Itu pula sebabnya mengapa ada orang yg kecanduan membantu. Jujur aku pernah mengalami fase itu, membantu orang lain terus dan membuat alasan dari hal itu bahwa aku disibukkan dengan membantu orang lain. Aku belajar hal baru saat kesadaran itu muncul, dan kemudian aku mengambil perspektif baru saat membantu orang lain. Saat aku membantu orang lain, maka aku akan meniru cara Tuhan yaitu memberi tanpa berpikir itu akan kembali. Jadi ayo membantu semua yang kita bisa.
Silaturahmi Memperpanjang Rezeki
Silaturahmi adalah salah satu jalan memanjangkan rezeki, itu kata yang selalu temanku Sano ucapkan. Dan itu dibuktikan betul oleh teman2ku yang menjadi pengusaha-pengusaha pemula ini. Dengan segala keterbatasan, maka impian akan terwujudkan saat kita bisa menggabungkan segala sumber daya, dan sumber daya yang paling luar biasa adalah teman-teman dan otak. Sungguh bahagia bisa berada diantara teman-teman satu perjuangan.
Ada perasaan haru bahwa diantara sekian keterbatasan dan setelah perjuangan menyelesaikan kuliah di kampus gajah duduk ini, masih ada idealisme yang mereka coba pertahankan dengan segala konsekuensinya. Disaat yang sama teman2 yang lain lebih memilih untuk belajar dan mencari penghidupan dari korporasi2 dunia yang menggerogoti alam Indonesia.
Semua kembali pada pilihan pribadi, dan tidak boleh seorangpun menyalahkan atau membenarkan karena kita bukan Tuhan. Namun ada satu kalimat dari Sano yang bisa direnungkan
" Egois sekali kita saat kita memilih untuk tidak peduli terhadap keadaan bangsa ini dengan berputus asa atau tidak percaya bahwa negara ini masih bisa diperbaiki selama orang-orang didalamnya masih mau berusaha"
Terimakasih Sano, Enang dan teman-teman yang lain atas malam yang mengesankan ini, aku yakin bahwa semuanya akan menimbulkan dampak saat kita bisa berkolaborasi untuk berkontribusi pada bangsa ini. Saatnya sekarang kita bergandeng tangan untuk mencapai tujuan, bukan meributkan cara siapa yang harus dipakai.
10 March 2008
Lakukan apa yang ingin kau lakukan hari ini
Bagaimana mengatasi kecanduan itu, banyak tipsnya, tapi entah kenapa aku tidak pernah menjalaninya dengan sungguh2. Ibaratnya pasien yang membandel apa kata dokter, itulah kalo pinter aja tapi kurang determinasi.
Jadi teringat kata2 bijak yg kupajang di dinding kamarku. GOAL without TIME LIMIT is only DREAM, ama SUCCESS is only DISCIPLINE practice EVERYDAY. Yah dua kata bijak yang bilang bahwa pencapaian itu adalah hasil dari ACTION, dan kesuksesan hanya saat aku persisten terhadap apa yang benar2 aku inginkan.
Jadi ditunggu komentar teman2 yang sudah berhasil mendeterminasi dirinya untuk mencapai apa yang paling diinginkan. Jadi teringat temanku pernah bilang kita mendapat sesuatu saat kita sudah bekerja keras, dan kita tahu apakah kita sudah kerja keras atau belum saat kita sudah bekerja keras. Jadi seperti kata Dead Poet Society. VITA BREVIS...CARPE DIEM!!
26 February 2008
Semua ingin dikenal dan berkontribusi
Aku berani bertaruh bahwa banyak dari yang membaca blog ini pernah mengalami kejadian sibuk chatting lewat IM atau YM dengan orang yang bahkan ada disebelah kita. Suasana sepi ditingkahi dengan suara ketikan keyboard dan tiba-tiba ada meledak suara tawa. Seru sekali dan beruntung aku mengalaminya juga, hehehehe..:D
Kembali kepada keinginan untuk berarti, mulai dari perubahan organisasi atau fenomena di internet semuanya semakin bergeser membuat manusia semakin dimanusiakan keberadaannya. Setiap pendapat didengarkan, semua cerita diapresiasi bahkan sekarang tidak perlu menjadi penulis terkenal dulu untuk bisa menjual bukunya. Fenomena Blog dan pendekatan appreciative inquiry adalah contoh kecil bahwa semakin mengglobal dunia, maka nilai pendapat dan cerita semakin tinggi. Karena akhirnya kita susah sekali untuk menyerap semua informasi dan kemudian memilih pendapat, saran atau cerita dari orang-orang yang kita percaya.
Pada akhirnya integritas seseorang lah yang akan menentukan seberapa jauh dia akan dikenal dan dinilai berkontribusi dalam masyarakat. Itu sebabnya mengapa korupsi dan intransparansi menjadi sangat usang dan akan membawa komunitas yang masih melakukannya lambat laun akan menuju kehancuran. Dan pendidikan semakin membawa perannya yang penting sebagai investasi yang paling tidak mungkin merugi.
Memiliki Kehilangan
Hatimu tetap merasa masih memilih dia
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
Pernahkah kau mengira kalau dia kan sirna
Walau kau tak percaya dengan sepenuh jiwa
Rasa kehilangan hanya akan ada
Jika kau pernah merasa memilikinya
Kita seringkali tidak pernah tahu betapa berharga sesuatu itu sampai kita kehilangan atau hampir kehilannya. Lagu Letto ini begitu indah menggambarkan hal itu. Aku juga baru mengalaminya 7 hari yang lalu, saat aku hampir kehilangan seseorang yang begitu aku cintai.
Tuhan begitu baik padaku, karena dia mengirimkan salah satu malaikat-Nya untuk mengajarkan arti sebuah cinta, komitmen dan prioritas. Kebeningan hati seorang wanita yang akan membimbing seorang pria untuk melangkah menuju apa yang terbaik didalam dirinya. Begitu pula kepercayaannyalah yang akan mengasah jiwa seorang pria untuk kuat merentang jalan terpanjang dan lautan terluas. Terima kasih untuk matahariku yang telah memberi seuntai hikmah dari hidupku ini.
Denganmu akhirnya aku kembali tahu apa yang penting dalam hidupku. Denganmu aku kembali yakin kepada diriku sendiri, denganmu aku merasa punya teman belajar untuk memaknai hidup. Denganmu segala rasa menjadi utuh dan tahu untuk menjadi yang terbaik.
Terimakasih Andini Wuriastuti Mulyandari.
19 February 2008
Menyemai Cinta
Bukan untuk mencari seseorang yang sempurna, karena manusia disempurnakan karena ketidaksempurnaannya itu. Selama kita tidak berpaling kepada Rahmat Allah maka apapun kejadiannya itu adalah suatu tanda yang perlu dibaca apa makna dibalik itu semua.
Seringkali kebeningan hati tertutupi oleh ego dan kekerdilan pikiran untuk memaknai yang terjadi. Dan saat itu terjadi maka hanya hati yang mampu memandu setiap keputusan mengarungi kebimbangan.
Jika Tuhan selalu memberi kesempatan kedua untuk hamba-Nya yang masih berniat untuk bertobat, maka siapakah kita yang dengan arogannya tidak menerima seseorang yang telah meminta maaf karena kesalahan yang tak sengaja dia lakukan. Semua yang terjadi akan terlihat keindahannya saat semuanya diniatkan untuk beribadah kepada-Nya.
Maka setiap kejadian, pertemuan, waktu bahkan keputusan yang diambil saat bersama seseorang pada dasarnya bentuk pemahaman kita pada diri sendiri atau kepada apa tujuan kita sebagai manusia. Karena hanya cinta yang akan membawa diri ini menuju kesempurnaan makna dan Ridho-Nya.
18 February 2008
Renungan Kesia-siaan
Sekarang hari Senin, hari yang dibenci oleh pekerja, tetapi hari biasa bagi semua orang yang sudah menerima dirinya apa adanya. Kebiasaan itu membelenggu saat semuanya tidak dimaknai. Agenda dan lembaran kegiatan pada akhirnya juga tidak banyak membantu karena itu hanya menjadi pengingat tanpa gigi dan kekuatan.
Determinasi dan kedisiplinan adalah yang kubutuhkan saat ini terjadi, bukan sekedar kegiatan untuk mengisi hari atau pertemuan dengan kawan untuk sekedar melepaskan kesepian. Dari dalam diri aku ingin berguna, tetapi keinginan tanpa komitmen ibarat tubuh tanpa jiwa dan pekerjaan tanpa hasil.
Tenangkan diri, lingkupi dengan keheningan dan biarkan hati ini yang berbicara. Karena seringkali aku lupa bahwa sebenarnya hatilah panglima tubuh dan dia tahu apa yang paling aku inginkan dan apa yang terbaik yang mungkin terjadi. Sehingga nanti tak ada rasa kesia-siaan lagi, dan pada akhirnya semua orang bisa berkaca dari apa yang kualami untuk sekedar berbagi dan tak terjebak dalam keadaan yang sama
13 February 2008
Kata-katamu adalah doamu
Aku tidak akan membahas film atau buku itu, karena sudah banyak sekali orang-orang yang mengulas atau memaknai buku dan film ini. Aku ingin menulis tentang apa yang selama ini aku percaya yaitu tentang kebiasaan kita berkata-kata. Konsep ini sederhananya adalah pikiran menarik pikiran yang sejenis, dan kata-kata sebagai bentuk mengkomunikasikan pikiran memegang peranan penting. Karena itu aku merasa bahwa kata-kata adalah sebentuk doa.
Keahlian berbicara pada umumnya adalah keahlian yang pertama kali dipelajari dirumah, disamping keahlian berjalan diatas dua kaki. Keahlian ini seringkali tidak dipahami sebagai sebuah keahlian, sehingga kita lupa bahwa bicara pada dasarnya adalah suatu anugerah. Anugerah ini juga seringkali tidak kita syukuri dan digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.
Manusia adalah makhluk kebiasaan, dan seringkali apa yang sering kita dengar maka itupun yang akan jadi kebiasaan bicara. Jika seorang anak kecil sering dibilang bodoh, maka bodohlah dia, jika dia sering dibentak atau orang tuanya berkata-kata kasar, maka kasarlah perangai anak itu. Memang tidak semua orang pada akhirnya tumbuh sesuai dengan lingkungan mereka tumbuh, karena manusia punya pilihan untuk berubah.
Sayang sekali mengubah kebiasaan bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan waktu dan keinginan yang kuat untuk berubah. Kehadiran seorang guru atau komunitas akan mempercepat proses itu. Bagiku trik yang paling sederhana adalah menjaga kesadaran, kesadaran untuk memilih kata apa yang akan dikeluarkan. Aku masih pembelajar pemula dalam hal ini, tetapi aku bahagia telah memilih jalan ini dalam komunikasiku dengan orang lain. Karena dari situ banyak cinta dan kehangatan telah menemani kehidupanku selama ini.
Akan menjadi hal yang menantang bagi orang-orang yang tidak biasa mengungkapkan perasaannya untuk mulai memilih kata-kata dan memuati kata-katanya dengan emosi yang cuukp, tetapi dampak dari hal itu sesuatu yang luar biasa. Latihan sederhananya cukup mulai membiasakan tiga kata sederhana yaitu ' Terimakasih' , 'Maaf' dan 'Tolong'. Praktekkan selama seminggu dan apa yang teman-teman alami dan rasakan selama masa itu. Aku tak sabar menunggu komentar dan cerita teman-teman
12 February 2008
Tips dari Masa kecilku
Aku teringat beberapa trik kecil yang yang mungkin berguna :
- Buat yang jago molor dan susah sekali bangun jika hanya mengandalkan jam weker, maka masukkan saja jam weker -yang sudah diset tentunya- kedalam gentong atau vas bunga yang cukup. Ini akan membuat suara yg dihasilkan jadi lebih keras, disamping untuk mematikannya butuh usaha lebih...:p
- Buat yang suka masuk angin atau mabuk perjalanan, sebelum berangkat tempelkan salonpas atau koyo ke pusar, dijamin anginnya akan dipaksa keluar. Tapi setelah dilepas, jangan coba2 mencium koyonya...:D dan tidak disarankan untuk memakai koyo yang jenis paling panas, cukup yang panasnya sedang atau tidak panas saja.
- Buat yang suka masak, tapi sering menangis saat mengupas atau mengiris bawang merah, maka coba perciki dulu bawang dengan air jeruk nipis. Langsung deh menangis bombay tidak akan terjadi.
11 February 2008
Kesadaran Uang
Satu mantra ajaib yang selalu didengungkan oleh blog-blog itu adalah jika ingin kaya maka belanjakan lebih sedikit dari apa yang didapatkan, intinya hidup hemat. Dari kecilpun anak-anak Indonesia sudah diajarkan paribahasa hemat pangkal kaya. Tapi kenapa bangsa ini semakin lama utangnya semakin menumpuk?
Ternyata inti dari menjadi kaya bukan saja hidup hemat dan rajin menabung, tetapi cenderung pada kesadaran kita tentang uang. Kesadaran uang disini artinya adalah seberapa besar yang kita peroleh, seberapa besar yang kita keluarkan dan terutama apakah kita sudah mempersiapkan uang untuk kejadian-kejadian tak terduga dan hari tua.
Kesadaran itu yang jarang dimiliki oleh anak-anak muda bangsa ini. Bukan hal yang aneh khan jika melihat pelayan toko HaPe punya HaPe yang jauh lebih canggih dari pada yang beli? Aku bukannya melarang orang-orang yang ingin menikmati kemewahan-kemewahan dalam hidup mereka, tetapi tujuan aku menulis ini adalah mengingatkan diri sendiri bahwa menjaga kesadaran tentang uang itu adalah kunci untuk menjadi sejahtera secara keuangan. Boleh saja sewaktu-waktu kita memiliki barang-barang mewah, tetapi sadar ga sih kadang kepemilikan itu adalah suatu penjara? Kemana-mana jadi tak tenang dan sepertinya walaupun kita sudah punya barang paling canggih atau paling mahal diantara teman-teman, tetap saja kebanggaan itu tidak bertahan lama.
Jadi mengikuti gaya hidup orang kaya, umumnya mereka adalah orang-orang yang paling betah untuk menunda kesenangan mereka untuk tujuan yang lebih besar, dan terutama mereka tahu sekali bagaimana membuat uang bekerja keras untuk mereka. Musuh terbesar untuk kesadaran uang ini adalah iklan, karena memang iklan secara ilmiah memang diciptakan untuk membuat kita tidak puas dan ingin membeli.
Aku juga sering mendengar teman-temanku yang dikaruniai pekerjaan bagus dengan gaji yang bagus pula, pada akhir bulan bingung gaji mereka tidak bersisa. Untuk mereka aku kadang suka bertanya apakah mereka punya catatan pengeluaran mereka? Karena kecuali dia adalah orang yang sangat beruntung mereka adalah keturunan konglomerat yang uangnya tidak akan habis tujuh turunan, maka hal yang mesti dilakukan adalah meningkatkan kesadaran akan uang dan tahu bagaimana memanfaatkan uang yang ada untuk memudahkan hidup kelak. Sebab kerelaan untuk berkorban itu bukan sekedar semangat dan janji untuk dijalani beberapa saat, tetapi lebih pada disiplin dan kebiasaan yang perlu dilatih terus menerus.
Jika teman-teman sering maen Cashflow game -klik disini untuk baca postingku tentang permainan ini- dari Robert T. Kiyosaki maka pelajaran tentang ini akan mudah untuk terlihat, dan menjadi kaya itu adalah sesuatu yang semua orang bisa lakukan dan bukan suatu kebetulan.
10 February 2008
Mengubah Tidak Mungkin Menjadi Mungkin
Bisnis yang telah menjadi penggerak kehidupan, rupanya punya beberapa muka buruk yang disematkannya padanya, seringkali bisnis diibaratkan sebagai perang, tujuan utamanya adalah keuntungan dan ujung-ujungnya adalah sebuah permainan yang terpisahkan dimensinya dari kehidupan spiritual.
Di tahun 2004 ada buku yang cukup menghebohkan hasil penelitian 2 orang konsultan bisnis terkemuka dari amerika berjudul Corporate Mystic. Inti dari buku itu menunjukkan bahwa ternyata di dunia bisnis yang dianggap jauh dari spiritualitas itu para pemimpin puncak dari korporat-korporat besar di Amerika adalah orang-orang yang sangat menjunjung nilai-nilai ketuhanan yang ada didalam diri mereka dalam menjalankan operasional bisnisnya. Layaknya sufi, maka para sufi ini tidak ditemui di gereja, di masjid, vihara atau sinagoge, tetapi mereka dapat ditemui di ruang rapat para direktur perusahaan multinasional atau bahkan di lokasi pabrik yang letaknya entah dimana.
Dari buku corporate mystic itu, penulis buku ini menyimpulkan keunggulan utama dari para sufi modern ini mengandalkan intuisi dalam menjalankan bisnisnya. Hal itu sangat sesuai dengan jalannya dunia bisnis saat ini yang dinamikanya luar biasa cepat sehingga perhitungan-perhitungan bisnis biasa sudah tidak mampu mengikutinya.
Penulis buku ini mengajak pembacanya untuk kembali memahami dan mempelajari hikmah yang terkandung di dalam AL-Quran dan menjalankannya di kehidupan sehari-hari. Ibaratnya para pebisnis itu adalah para pengembara yang menjalani perjalanan di hutan yang lebat lagi gelap sampai saat mereka temukan sinar yang akan memandunya yang terpancar dari AL-Quran. Contoh paling mudah dilihat sekarang adalah tentang bunga bank, bunga bank atau riba adalah sumber dari segala kekacauan ekonomi yang terjadi sekarang. Dan itu sudah dilarang oleh islam 1400 tahun yang lalu. Riba tidak mungkin akan menghasilkan kesejahteraan karena pada dasarnya riba menghasilkan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada wujudnya. Dan Islam mempunyai solusi terhadap perekonomian yaitu perdagangan, konsep bagi hasil dan zakat. Tidak ada didalam sejarah bahwa orang yang berzakat akan miskin karena kebanyakan mengeluarkan zakat.
Mendalami dan mempelajari Al-Quran akan lebih sulit jika dilakukan sendiri tanpa ada bimbingan orang yang lebih mengerti hikmah dibalik apa yang diceritakan AL-Quran. Disini peran alim ulama, kyai atau apapun sebutannya terhadap orang yang merupakan para ahli waris Nabi ini. Di buku ini juga disajikan bagaimana para ahli agama ini menjalani kehidupan sehari-harinya, ibaratnya orang pintar maka ada yang sangat pintar, pintar atau sekedar kosmetik saja pengetahuan agamanya. Satu hal yang disarankan oleh penulis buku ini untuk mencari ahli agama yang dapat kita jadikan mentor kita dalam mendalami dan belajar hikmah AL-Quran adalah mencari orang yang benar-benar secara akhlak dan pengetahuan memang pantas menyandang gelar para pewaris nabi, karena orang-orang seperti itu umumnya tidak mau terekspose, memiliki kelebihan-kelebihan yang dikaruniakan Allah langsung dan saat diminta pertolongan tidak pernah membeda-bedakan orang.
Sungguh kaya apa yang disajikan buku ini. Beberapa hikmah yang dapat aku ambil setelah membaca buku ini adalah :
- Islam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah untuk seluruh umat manusia dan Al-Quran adalah kalam Allah yang didalamnya termuat kebenaran dan hikmah yang jika dijadikan petunjuk dalam menjalani kehidupan akan membawa kebahagiaan dunia akhirat.
- Jika Islam adalah agama yang sempurna, maka umat Islam juga punya hak yang sama untuk menikmati kekayaan yang dilimpahkan oleh Allah asal mendapatkannya dengan jalan yang benar.
- Di dalam kehidupan sehari-hari terdapat hukum-hukum sunatullah yang berlaku untuk setiap manusia, sehingga apapun agama seseorang jika ia mau berusaha maka ia juga akan mendapatkan hasil.
- Setiap musibah atau kemunduran dalam hidup itu pada dasarnya adalah akibat ulah kita sendiri dan beruntung jika kita diberi musibah darinya karena itu berarti kita sedang dicuci dosanya atau sedang diuji untuk mengetahui kadar keimanan kita kepada-Nya.
- Jika kita meminta kepada Allah maka niscaya Allah akan menjawabnya, tinggal bagaimana cara memintanya, banyak orang yang selamat saat diuji dalam kesusahan tetapi sedikit sekali yang bisa lulus saat diuji dalam kesejahteraan
- Untuk mendapat bimbingan dari Allah maka satu hal yang mesti dijaga adalah kebeningan nurani kita, karena dari situlah intuisi akan muncul dan membimbing kehidupan.
- Untuk doa yang tidak dijawab ada banyak faktor yang bisa menyebabkannya, diantaranya tidak ikhlas, kurang konsisten atau istiqamah, kurang sabar atau bahkan kurang sungguh-sungguh. Pada dasarnya setiap ujian dan cobaan itu adalah cara Allah mengajarkan jiwa kita untuk menjadi lebih tangguh, bersyukur dan ingat kepada-Nya, sehingga kadarnyapun berbeda-beda.
- Zakat dan pembagian rizki adalah cara Allah menjaga agar kehidupan tetap berjalan dimuka bumi ini dan tidak ada kerusakan. Pemuasan terhadap nafsu dan riba adalah hal sebaliknya yang akan menghancurkan tatanan kehidupan.
- Saat hikmah Al-Quran sudah menerangi maka kita tidak akan tersesat lagi dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.
- Rencanakan kehidupan bukan hanya 5 ,10, 20, 50 tahun saja kehidupan kita, akan tetapi sampai 1000 tahun karena pada dasarnya kehidupan tidak berhenti setelah kita mati karena masih ada akhirat yang kehidupannya kekal.
Teman terbaik
Hari ini aku baru saja bersama menghabiskan waktu dengan seorang yang sedang gundah karena ada dua hal besar dalam hidupnya yang meresahkan. Pertama tentang Sidang Tugas Akhir, yang kedua tentang Asmara. Dua hal yang umum, yang siapapun mungkin pernah mengalaminya. Saat aku bersamanya aku tiba-tiba bertanya apa arti seorang teman?
Ada beberapa definisi yang ingin aku sampaikan :
- Apakah dia memang akan ada saat dia membutuhkannya?
- Apakah dia orang yang akan terus percaya pada dia bahwa dia orang yang hebat, berharga dan pintar untuk mengambil keputusan yang mempengaruhi hidupnya dan tak segan untuk menendangnya demi melihat temannya bangkit dan meraih impiannya?
- Apakah dia hanya akan menjadi sekedar tong sampah untuk semua keluh kesah, dan berharap dia membelai-belai kita dengan apa yang ingin kita dengar untuk sejenak melupakan masalah kita.
- Atau dia sekedar teman yang menyenangkan untuk diajak jalan menikmati keriaan dan entah kemana saat kita membutuhkannya?
Tiba-tiba muncul satu pertanyaan sederhana tentang arti seorang teman. Dan aku ingin berbagi bersama disini, pertanyaannya apa yang aku harapkan dilakukan sahabat terbaikku saat aku berada dalam titik terendah hidupku? Itu pertanyaanku untuk pembaca, jadi silahkan tinggalkan komentar dan pendapat dari pertanyaan diatas diblog ini.
Memenuhi keinginan semua harapan seseorang pada kita adalah suatu kemustahilan, sama halnya dengan menjadi sempurna. Tetapi usaha untuk menuju kesempurnaan adalah perjalanan yang layak untuk dilakukan.
09 February 2008
Permainan Tradisional
Bermain permainan itu sekarang terasa berbeda dibandingkan bermain saat kecil dulu. Sekarang mungkin karena udah pada pinter dan gamau kalah makanya mainnya begitu cepat dan kemenangan yang utama (didikan ITB ni...LHO!!:). Tapi sekarang jauh lebih sedikit ngeyel-ngeyelannya (aduh susah sekali cari padanan kata yg pas untuk yg satu ini)
dibandingkan dulu, dan satu lagi stamina sudah termakan umur -dulu sepertinya mo lari-lari berapa jam pun kagak ada capeknya..:p-.
Tapi unsur menyenangkan dari permainan ini masih saja tersisa, entah karena ini merupakan sisa-sisa kenangan masa kecil atau memang dasarnya kami adalah anak kecil yg terperangkap di dalam tubuh orang dewasa..:D. Aku bersyukur tinggal di Indonesia yang mempunyai beragam permainan dan bisa menggunakan apa saja yang ada disekitar kami untuk bermain dan bersenang-senang. Entah bagaimana dengan adek-adek sekarang, tetapi dulu itu berkotor-kotor, main bersama teman-teman dan berimajinasi dengan apa yang kami mainkan adalah suatu kesenangan yang tidak tergantikan oleh apapun. Karena itu semoga apa yg sedang kami rintis ini akan berguna untuk kelestarian budaya bangsa.
08 February 2008
Pendidikan finansial, pelajaran terbaik bagi setiap orang
Lebih parah lagi, banyak sekali konsep yang salah tentang uang, orang kaya dan pekerjaan.
Contoh dari masa kecilku tentang orang kaya adalah orang kaya itu pelit, orang kaya itu adalah orang yang suka memanfaatkan orang lain, orang kaya dapat kekayaannya dari jalan yang tidak benar, orang kaya itu hidupnya tidak bahagia.
Konsepsi salah tentang uang dari masa kecilku antara lain : uang itu kotor -jadi kalo habis pegang uang jangan langsung makan, cuci tangan dulu-, uang itu susah dicari, uang itu tidak tumbuh di pohon, uang itu sumber kejahatan.
Jika tentang pekerjaan, konsepsi salah yang aku pelajari bahwa kerja itu untuk cari uang, sekolah yang pinter supaya dapat kerjaan yang bagus, kerja keras dan jangan lupa menabung untuk hari tua.
konsep-konsep diatas itu mungkin tidak sepenuhnya salah, tapi sudah tidak cocok lagi untuk jaman sekarang. Konsep ini sangat cocok saat komputer dan internet masih barang yang sangat langka, tidak ada persaingan global, dan negara masih jelas batas-batasnya. Sekarang aturannya sudah sangat berubah sejak komputer, handphone dan internet jadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Beruntung aku mencecap kesempatan sekolah yang lebih baik dibandingkan kedua orang tuaku, dan terutama melihat paradigma yang berbeda dibandingkan orang tuaku. Dari apa yang aku baca, alami dan rasakan akhirnya aku punya konsepsi sendiri tentang uang, orang kaya dan pekerjaan.
Bagiku uang itu tidak lebih dari sekedar alat tukar dan pencatat nilai, sebab jika uang tidak diletakkan seperti itu maka aku takut tergelincir menghambakan diri kepada uang. Uang akan mempermudah hidup, that's it..!! Tapi harta sesungguhnya adalah apa yang ada didalam kepala dan hati kita.
Sedangkan orang kaya sebenarnya adalah orang yang bersyukur terhadap apa yang dia miliki, dan nilainya adalah seberapa besar dia bermanfaat bagi orang lain. Orang kaya bagiku adalah orang yang paling kreatif, membantu orang lain paling banyak, bekerja paling keras dan cerdas, paling jujur dan paling bisa memanfaatkan apa yang dianugerahkan Allah kepadanya.
Kerja sekarang aku memaknainya sebagai bentuk pengabdian kita kepada kehidupan, sarana beribadah dan uang adalah hasil samping dan pekerjaan. Kerjakan apa yang kita sukai dan lakukan sebaik-baiknya hal itu maka uang akan mengikuti nantinya, itu nasehat terbaik yang pernah aku dapatkan dari salah satu ibuku tercinta. Hidup kita 1/3 nya dihabiskan dalam kerja yang kita pilih, jadi sungguh sayang jika waktu itu dibuang mengerjakan sesuatu yang tidak kita cintai, mungkin memilih pekerjaan pada akhirnya sama pentingnya seperti mencari pasangan hidup.
Kembali ke judul semula, penulis buku itu menganjurkan bahwa sebagai orang yang bertanggung jawab kepada hidup kita sendiri, maka pendidikan finansial adalah hal yang mutlak menjadi tanggung jawab kita untuk mengembangkannya. Pada postinganku selanjutnya aku akan meresensi apa saja yang mereka pesankan dari buku itu untuk semua orang.